Indeks Sektor Properti Sejak awal tahun 2021 Masih Melemah

Indeks Sektor Propeti Sejak awal tahun 2021 Masih Melemah

Onlinecialiszox – Indeks Sektor Properti Sejak awal tahun 2021 Masih Melemah awal tahun 2021 hingga Rabu (24/3) indeks IDX propeti masih melemah 1,99% , hal tersebut juga terlihat pada indeks propeti, real estate dan kontruksi bangunan 4,34% ytd.

Melemahnya indeks masih terjadi meski sektor propeti telah mendapatkan guyuran insentif seperti pembebasan pajak bertambah nilai (PPN) untuk residensial dengan kisaran harga Rp 5 Miliyar dsan uang muka 0%.

Analis Sucor sekuritas Joe Faustiual menjelesakan melemahnya tidak hanya dirasakan oleh sektor propeti saja meningat Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih bergerak sideways sejak awal tahun. Sehingga melemahnya ini dinilai wajar terjadi.

Apalagia beberapa laporan keuangan 2020 yang sudah dirilis menunjukan hasil yang kurang baik, “belum lagi laporan di kuartal satu ini juga akan kurang baik bila dibandingkan secara tahunan karena I-2020 lalu belum ada Covid-19,” ucap Joey.

Dia memprediksi kondisi indeks ini akan membaik pada pertengahan kuartal II-2021, sejalan dengan terlihatnya dampak dari sti mulus yang diberikan pemerintah pada pendapatan pra penjual (marketifng sales) emiten propeti.

Namun untuk melihat kinerja keuangan baru akan terlihat di kuartal II-2021. Lebih lanjut Joey juga melihat sebenarnya stimulus yang paling substansial saat ini adalah regulasi soal pinjaman yang bisa mencapai 90% penandatanganan perjanjian kredit.

Baca Juga:  Harga Emas Antam di Pegadaian 05 Juli 2021

pada regulasi sebelumnya pencairan dilakukan sesuai dengan progres penyelesaian proyek, kebijkan pencairan pinjaman sambil ditambah dengan penurunan suku bunga KPR akan membantu mengurangi tekanan pada modal kerja.

Pengembangan propeti dan meningkatkan arus kas bebas yang dalam jangka panjang bisa mengurangi net gearing dan meningkatkan rasio pembayaran utang. Regulasi ini dinilai akan menguntukan semua developer.

Terutama yng meiliki garing tinggi seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT ALam Sutera Reaslty Tbk (ASRI) dan PT Intiland Development Tbk (DILD). Lebih lanjut, joey menegaskan kembali pandangan bullish pada sektor propeti.

Dengan dukungan dan insentif dari pemerintah yang berkelanjutan. Kerdit propeti dianggap sebagai salah satu indikator utama pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect pada sektor lain seperti semen dan kontruksi.

Kontribusi sektor propeti dan konstruksi terhadap PDB terus meningkat dalam 20 tahun terakhir yaitu 7,8% pada tahun 2000 menjadi 13,6% pada tahun 2020. pilihan utama joey jatuh pada saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Dan PT Citra Development Tbk (CTRA) karena memiliki protofolio rumah tapak terbesar dan memiliki valuasi yang murah, serta net gearning yang rendah masing-masing 22% dan 30%, sedangkan rata-rata sektor 47%.

Baca Juga:  Penjelasan dan Cara Investasi Properti yang Benar

Adapun prtofolio produk di perumahan segmen menengah ke bawah kisaran di bawah Rp 2 miliar masing-masing sebesar BSDE 75% dan CTRA 63%. Mengingat terbatasnya stok dan potensi apresiasi tanah.

Akan terus akan menjadi preferensi pembeli dibandingkan dengan gedung bertingkat dan segmen lainnya. Deproyeksikan menyumbang sekitar 68% dari penjual pemasaran agregat di tahun 2021.

Apakah Sektor Properti Akan Bangkit Pada Pertengahan Tahun 2021?

Indeks Sektor Propeti Sejak awal tahun 2021 Masih Melemah
Indeks Sektor Propeti Sejak awal tahun 2021 Masih Melemah

Diprediksi Sektor Properti Akan Bangkit Pada Pertengahan Tahun 2021? ya, itu pasti membangkitkan sejumlah Faktor pendukung bisnis ini akan bergairah di tahun kerbau ini. Januari lalu, misalnya, pemerintah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 secara gratis.

Yang akan diberikan kepada 182 juta penduduk Indonesia untuk kekebalan komunal. Disamping itu, pembangunan infakstruktur sepanjang pandemi untuk memastikan akan terus melanjutkan pembangunan berbagai infrastruktur pada Tahun 2021.

Pembangunan infastruktur yang dimaksud mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jalan, jalur kereta api, bendara, hingga rumah-rumah susun di seluruh Indeonesa. Anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2021 sebesar Rp417,8 triliun.

Baca Juga:

Baca Juga:  Download Twibbon Hardiknas 2021 Terbaru

Adapun target output strategi 2021 untuk pelayanan dasar adalah pembangnan rumah susun dan rumah Khusus sebesar 10.796 unit, bendungan sebanyak 253 unit dimana 43 unit sedang dibangun dan 10 bendungan baru.

Kemudian akses, sanitasi dan persampahan untuk melayani 1.643.844 Kelapa Keluarga (KK) , jaringan irigasi dibangun sepanjang 600 Km, yang direhabilitasi saepanjang 3,900 Km dan jaringan irigasi tanah sepanjang 100 Km.

Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan DPP Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie, sejumlah hal yang mendukung kebangkitan bisnis properti, faktor lainnya menghitung hari.

Penurunan suku bunga KPR/KPA dan kenaikan kredit properti, peningkatan anggaran FLPP (Fasilitas Likuditas Pembayaran Perumahan), rumah subsidi untuk masyarakat berpengasilan rendah (MBR) dan relaksasi propeti menengah atas.

Februari 2021 misalnya, ada beberapa bank yang menawarkan suku bungan KPR rendah, saat suku bunga BI7DRR sudah mengalami penurunan sebesar 25% pada September 2020 dibandingkan awal tahun 2020.

Penutup

Nah, itu saja yang kami sampaikan jangan lupa untuk berkunjung di Onlinecialiszox – mendapatkan informasi terbaru dari kami dan jangan lupa bagikan keteman atau saudara Anda, sekian terimakasih.

You May Also Like

About the Author: mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *